Pemkab Lampung Selatan Siapkan Lahan Gudang Bulog

Rapat Sosialisasi Rencana Pembangunan Gudang Program Penyediaan Infrastruktur Pascapanen secara virtual, Rabu (4/2/2026). (Diskominfo Lamsel)

KALIANDA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan siap penuh mendukung rencana pembangunan Gudang Bulog yang merupakan program pemerintah pusat dan rencana mulai realisasi tahun 2026.

Pembangunan gudang ini menjadi bagian upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengelola pascapanen hasil pertanian.

Rencana itu terungkap dalam Rapat Sosialisasi Rencana Pembangunan Gudang Program Penyediaan Infrastruktur Pascapanen secara virtual, Rabu (4/2/2026).

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melalui zoom meeting dari Rumah Dinas Bupati mengikuti rapat tersebut.

Bupati Egi menyampaikan, Pemkab Lampung Selatan telah menyiapkan lahan strategis antara 2 hingga 5 hektare guna mendukung pembangunan Gudang Bulog.

“Harapannya selain pabrik juga ada gudang. Kita surplus pangan di Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.

Kategori C

Ia menjelaskan, opsi lokasi pertama berada di lahan milik Pemerintah Provinsi Lampung. Saat ini lahan itu berfungsi sebagai terminal agribisnis dan telah memiliki sejumlah bangunan gudang pendukung.

Sebagai alternatif, Pemkab Lampung Selatan juga menyiapkan lahan milik daerah seluas sekitar 5 hektare yang berlokasi dekat pintu tol.

Lokasi dekat pintu tol itu strategis karena mendukung lancar distribusi logistik dan mengembangkan kawasan pangan.

“Secara prinsip penggunaan lahan milik provinsi telah dapat persetujuan Gubernur Lampung. Tinggal dari Bulog survei terlebih dahulu, lokasi paling fleksibel,” katanya.

“Untuk kategori, kami siap kategori C. Kami ingin selain ada pabrik, juga ada gudang berkapasitas sampai 14 ribu ton,” kata ia lagi.

Target 2026

Direktur Human Capital Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menyambut baik kesiapan Pemkab Lampung Selatan.

Ia mendorong percepatan proses administrasi agar pembangunan gudang dapat segera realisasi.

“Secepat mungkin MoU dengan Bulog Pusat. Kalau perlu besok kami ke Lampung tanda tangan langsung dan memproses hibah,” ujar Sudarsono.

Ia meminta dinas terkait segera finalkan proses balik nama aset. Bila seluruh tahapan administrasi dapat selesai cepat, target pembangunan gudang dapat mulai proses 2026.

“Saya mendarat jam 13.35 WIB, bisa atur untuk MoU. Kalau tidak, kita tunda pada 2027,” kata Sudarsono.

Pembangunan Gudang Bulog ini mampu memperkuat cadangan pangan, menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta meningkatkan peran Lampung Selatan sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Lampung. (ptm)

Related posts

Leave a Comment